Dalam buku ini, Imam al-Ghazali memberikan gambaran yang mendalam akan hakikat cahaya dan keterkaitannya dengan Cahaya Allah sebagai sumber dari segala kehidupan. Menurut al- Ghazali, tidak ada cahaya yang benar-benar bersinar melainkan itu adalah Cahaya Allah yang memancar ke segala penjuru jagat raya. Adapun cahaya yang kita yakini selama ini sebagai cahaya hanya cahaya semu yang akan padam d…
Tahafut al-Falasifah (تهافت الفلاسفة, "Kerancuan para Filsuf") adalah karya Al-Ghazali yang menjadi kontroversi selama berabad-abad. Di dalam karya ini Al-Ghazali mengkritik para filsuf, terutama Ibnu Sina dan Al-Farabi, khususnya dalam masalah teologi atau kalam. Buku ini dianggap memiliki andil atas mencuatnya madzhab teologi Asy'ariyah dan mundurnya minat terhadap falsafah yang …
Although Abu Hamid Muhammad al-Ghazali lived a relatively short life (1058-1111), he established himself as one of the most important thinkers in the history of Islam. The Incoherence of the Philosophers, written after more than a decade of travel and ascetic contemplation, contends that while such Muslim philosophers as Avicenna boasted of unassailable arguments on matters of theology and meta…
“Jika semua kitab Islam hilang, dan yang tersisa hanya Ihya ‘Ulumiddin, ia dapat mencukupi semua kitab yang hilang tersebut” —–Imam Nawawi, Ulama dan penulis kitab Riyad Al-Shalihin Boleh jadi jalan yang kita lalui sekarang ini jauh dari tujuan. Ibarat panggang jauh dari api. Maksud hati merengkuh kebahagiaan, justru kepedihan dan kesusahan yang diraih. Hal ini sangat mungkin…
“Jika semua kitab Islam hilang, dan yang tersisa hanya Ihya ‘Ulumiddin, ia dapat mencukupi semua kitab yang hilang tersebut” —–Imam Nawawi, Ulama dan penulis kitab Riyad Al-Shalihin Boleh jadi jalan yang kita lalui sekarang ini jauh dari tujuan. Ibarat panggang jauh dari api. Maksud hati merengkuh kebahagiaan, justru kepedihan dan kesusahan yang diraih. Hal ini sangat mungkin…
“Jika semua kitab Islam hilang, dan yang tersisa hanya Ihya ‘Ulumiddin, ia dapat mencukupi semua kitab yang hilang tersebut” —–Imam Nawawi, Ulama dan penulis kitab Riyad Al-Shalihin Boleh jadi jalan yang kita lalui sekarang ini jauh dari tujuan. Ibarat panggang jauh dari api. Maksud hati merengkuh kebahagiaan, justru kepedihan dan kesusahan yang diraih. Hal ini sangat mungkin…
“Jika semua kitab Islam hilang, dan yang tersisa hanya Ihya ‘Ulumiddin, ia dapat mencukupi semua kitab yang hilang tersebut” —–Imam Nawawi, Ulama dan penulis kitab Riyad Al-Shalihin Boleh jadi jalan yang kita lalui sekarang ini jauh dari tujuan. Ibarat panggang jauh dari api. Maksud hati merengkuh kebahagiaan, justru kepedihan dan kesusahan yang diraih. Hal ini sangat mungkin…
“Jika semua kitab Islam hilang, dan yang tersisa hanya Ihya ‘Ulumiddin, ia dapat mencukupi semua kitab yang hilang tersebut” —–Imam Nawawi, Ulama dan penulis kitab Riyad Al-Shalihin Boleh jadi jalan yang kita lalui sekarang ini jauh dari tujuan. Ibarat panggang jauh dari api. Maksud hati merengkuh kebahagiaan, justru kepedihan dan kesusahan yang diraih. Hal ini sangat mungkin terj…
“Jika semua kitab Islam hilang, dan yang tersisa hanya Ihya ‘Ulumiddin, ia dapat mencukupi semua kitab yang hilang tersebut” —–Imam Nawawi, Ulama dan penulis kitab Riyad Al-Shalihin Boleh jadi jalan yang kita lalui sekarang ini jauh dari tujuan. Ibarat panggang jauh dari api. Maksud hati merengkuh kebahagiaan, justru kepedihan dan kesusahan yang diraih. Hal ini sangat mungk…
“Ihya Ulumiddin” menjadi salah satu buku yang sangat berpengaruh dalam perkembangan tasawuf Islam. Buku ini tidak hanya memberikan pemahaman yang mendalam tentang konsep-konsep agama, tetapi juga memberikan panduan praktis bagi individu untuk meningkatkan kualitas kehidupan spiritual mereka. Dalam buku ini, Al Ghazali menggabungkan pengetahuan teoretis dengan pengalaman praktis, sehingga me…