Thomas Hobbes merupakan penulis salah satu risalah politik paling terkenal di Eropa. Ia memiliki pengaruh besar terhadap seluruh bidang kajian moral dan filsafat politik di Inggris bahkan Eropa. Ia lahir di Westport dekat Malmesbury pada tahun 1588. Pertemuannya dengan Galileo dan Mersenne di Paris pada 1634-1637 menjadi periode paling penting dalam perkembangan pemikiran dan dalam menentukan m…
John Locke lahir di Wrington dekat Bristol pada tahun 1632. Ayahnya adalah seorang pengacara negara. Ia belajar filsafat di Oxford dan kemudian dipandang sebagai salah satu tokoh yang luar biasa pada Abad Pencerahan. Ia adalah penanda lahirnya era Modern dan juga era pasca-Descartes (post-Cartesian). Locke melakukan penyelidikan tentang pengetahuan manusia. Filsuf lain sebelum dia memang telah …
George Berkeley merupakan salah satu filsuf terbesar pada periode modern awal. Dia lahir pada 12 Maret 1685 di Kilcrene dekat Kilkenny, Irlandia. Keluarganya merupakan keturunan Inggris. Pemikirannya memantik keguncangan dalam sains dan agama. Ia menolak anggapan bahwa manusia telah membawa fitrah pengetahuan dalam dirinya ketika dilahirkan. Tulisannya tentang persepsi visual dan penyangkalanny…
Pada usia lima belas tahun, Schelling diterima di yayasan teologi Protestan di Universitas Tubingen, berteman dengan Hegel dan Hoderlin, yang mana keduanya berusia lima tahun lebih tua darinya. Di usia tujuh belas, ia telah menulis sebuah disertasi tentang bab ketiga dari Genesis, dan di tahun 1973 ia menerbitkan esai “On Myths” (Ueber Mythen). Pada waktu itu, bisa dikatakan bahwa Schelling…
HEGEL, idealis Jerman paling hebat dan salah satu filsuf barat yang paling terkemuka, lahir di Stuttgart pada 27 Agustus, 1770. Ayahnya merupakan seorang pegawai negeri. Di masa-masa sekolahnya di Stuttgart, si calon filsuf ini tidak membedakan dirinya dalam hal apa pun, tetapi di masa inilah ia pertama kali tertarik pada jenius Yunani, terutama ia sangat terpesona oleh drama Sophocles, Antigon…
Buku ini membahas pemikiran Friedrich Nietzsche, seorang filsuf Jerman yang dikenal radikal dan revolusioner dalam kritiknya terhadap moralitas tradisional, agama, dan filsafat Barat. Nietzsche menyoroti masalah nihilisme sebagai tantangan besar bagi manusia modern, serta menawarkan gagasan Übermensch (manusia unggul) sebagai jalan keluar menuju afirmasi kehidupan. Selain itu, buku ini mengupa…
Buku ini membahas pemikiran Bertrand Russell, salah satu filsuf paling berpengaruh dalam tradisi filsafat analitik. Russell dikenal sebagai pelopor logika simbolik modern dan memberikan sumbangan besar dalam analisis bahasa, teori pengetahuan, serta fondasi matematika. Frederick Copleston menguraikan secara sistematis pandangan Russell tentang realitas, kesadaran, logika, serta hubungan bahasa …
Buku ini mengulas secara mendalam pemikiran Jean-Jacques Rousseau, seorang filsuf besar pada Abad Pencerahan yang memberikan pengaruh besar terhadap teori politik modern, pendidikan, dan konsep kebebasan. Frederick Copleston menyoroti gagasan utama Rousseau tentang kehendak umum (general will), kontrak sosial, serta hubungan antara individu dan negara. Rousseau mengkritik ketimpangan sosial yan…
Buku ini membahas pemikiran Immanuel Kant, salah satu filsuf paling berpengaruh dalam sejarah filsafat modern. Copleston menguraikan dengan jelas tiga karya kritis Kant: Kritik atas Akal Budi Murni, Kritik atas Akal Budi Praktis, dan Kritik atas Daya Pertimbangan. Kant berusaha menjembatani perdebatan antara rasionalisme dan empirisme, dengan menyatakan bahwa pengetahuan lahir dari perpaduan pe…
“Etika Nikomakea” adalah karya etika paling terkenal dari Aristoteles, yang berisi refleksi mendalam tentang makna kebahagiaan dan kehidupan yang baik bagi manusia. Aristoteles berpendapat bahwa tujuan akhir hidup manusia adalah eudaimonia (kebahagiaan atau kesejahteraan jiwa), yang dicapai melalui praktik kebajikan (virtue). Dalam karyanya, Aristoteles membedakan antara kebajikan moral (se…