Dalam Kategori-Kategori, Aristoteles berusaha membongkar cara manusia memahami realitas melalui bahasa dan konsep. Ia menelaah kata-kata sederhana (tanpa hubungan gramatikal) yang dipakai untuk menyatakan hal-hal tentang dunia. Dari telaah itu lahirlah sepuluh kategori utama: substansi, kuantitas, kualitas, relasi, tempat, waktu, posisi, keadaan, tindakan, dan penderitaan. Karya ini bukan hanya…
Palu Para Dewa menghadirkan pemikiran tajam Friedrich Nietzsche yang menantang fondasi moral, agama, dan filsafat Barat. Melalui semboyan “Tuhan telah mati,” Nietzsche menggugat runtuhnya otoritas nilai absolut dalam kehidupan modern. Ia menyoroti bagaimana manusia terjebak dalam moralitas tradisional yang melemahkan kehendak, lalu menawarkan konsep “kehendak untuk berkuasa” sebagai dor…
Ecce Homo adalah karya autobiografis sekaligus refleksi filosofis Nietzsche menjelang akhir hidupnya. Dengan gaya yang provokatif dan penuh ironi, Nietzsche menyingkap pandangannya tentang diri, karya-karyanya, serta gagasan-gagasan besar yang ia lahirkan. Ia menyoroti konsep “Tuhan telah mati”, nihilisme, dan kehendak untuk berkuasa, sambil menegaskan peran dirinya sebagai pembaharu pemiki…
The Passions of the Soul adalah karya filsafat terakhir René Descartes yang mendalami hubungan antara jiwa dan tubuh. Dalam buku ini, Descartes berusaha menjelaskan peran emosi (gairah jiwa) dalam kehidupan manusia melalui pendekatan rasional. Ia mengklasifikasikan berbagai bentuk gairah seperti cinta, benci, harapan, ketakutan, dan kebahagiaan, serta menunjukkan bagaimana semuanya memengaruhi…
Pembelaan Socrates (Apologia) adalah salah satu dialog terkenal Plato yang merekam pidato Socrates di pengadilan Athena. Dalam karya ini, Socrates membela diri dari tuduhan merusak moral pemuda dan tidak mempercayai dewa-dewa kota. Ia menegaskan bahwa hidup tanpa pencarian kebenaran adalah hidup yang tidak layak dijalani, serta bahwa tugas filsuf adalah menggugah manusia untuk berpikir kritis d…
Simposium adalah salah satu dialog filsafat Plato yang berfokus pada pembahasan hakikat Eros (cinta) melalui serangkaian pidato yang disampaikan oleh tokoh-tokoh terkemuka dalam sebuah jamuan makan. Setiap tokoh memberikan pandangan berbeda tentang cinta, mulai dari cinta sebagai dorongan jasmani hingga cinta yang mengarah pada keabadian jiwa dan pengetahuan tentang kebenaran. Dalam dialog ini,…
Phaedrus adalah salah satu dialog penting karya Plato yang membahas tema cinta, jiwa, retorika, dan kebenaran. Melalui percakapan antara Socrates dan Phaedrus, Plato menggali konsep cinta sebagai kekuatan ilahi yang mampu mengangkat jiwa manusia menuju keindahan dan kebenaran. Dialog ini juga menyinggung persoalan tentang retorika, seni berbicara, dan bagaimana kata-kata dapat digunakan untuk m…
Dialog Sofis karya Plato merupakan lanjutan dari eksplorasi filsafat tentang hakikat pengetahuan, keberadaan, dan peran para pemikir dalam masyarakat Yunani kuno. Dalam percakapan ini, Plato melalui tokoh-tokohnya berupaya membedakan antara filsuf sejati, negarawan, dan sofis—yaitu para guru retorika yang sering dituduh hanya mengejar kemenangan dalam perdebatan tanpa kebenaran. Dialog ini me…
Puitika karya Aristoteles adalah salah satu teks paling berpengaruh dalam sejarah estetika dan teori sastra. Dalam karya ini, Aristoteles membahas hakikat seni puisi, tragedi, epik, dan drama, serta prinsip-prinsip dasar seperti mimesis (tiruan), katarsis (pembersihan emosi), dan struktur dramatik. Aristoteles menekankan pentingnya keteraturan, kausalitas, dan kesatuan dalam karya sastra untuk …
Buku ini memberikan pengantar ringkas mengenai pemikiran para filsuf pra-Socrates, seperti Thales, Anaximandros, Herakleitos, Parmenides, hingga Demokritos. Osborne menjelaskan bagaimana para pemikir awal ini berusaha memahami asal-usul kosmos, hakikat realitas, serta prinsip dasar perubahan dan keberadaan. Dengan bahasa yang sederhana, karya ini memperlihatkan peran penting filsafat pra-Socrat…