Text
Soedirman : Seorang Panglima, Seorang Martir (Seri Buku Tempo : Tokoh Militer)
Buku ini menggambarkan perjalanan hidup Jenderal Soedirman sejak masa kecilnya yang sederhana di Banyumas, keterlibatannya dalam pendidikan Muhammadiyah dan kepanduan Hizbul Wathan, hingga perannya memasuki dunia militer melalui PETA pada masa pendudukan Jepang. Tempo menampilkan Soedirman bukan hanya sebagai tokoh heroik, tetapi sebagai manusia yang disiplin, religius, dan memiliki kepemimpinan alami. Setelah kemerdekaan, ia memegang peran penting dalam membangun TKR/TNI serta menyatukan berbagai kelompok bersenjata yang berbeda latar belakang. Di usia yang masih muda, ia diangkat menjadi Panglima Besar, membuktikan kepercayaan besar yang diberikan kepadanya dalam menjaga kedaulatan negara yang baru berdiri. Bagian paling menonjol dalam buku adalah kisah perjuangan Soedirman pada Agresi Militer Belanda II tahun 1948. Meski menderita penyakit paru-paru yang berat, ia memilih memimpin perang gerilya sambil ditandu melintasi hutan dan pegunungan, menunjukkan dedikasi dan pengorbanan luar biasa. Buku ini juga menampilkan dinamika hubungan Soedirman dengan pemerintah sipil, memperlihatkan kompleksitas situasi politik kala itu. Tempo menyajikan sosok Soedirman secara utuh sebagai panglima yang berstrategi tajam sekaligus martir yang mengorbankan seluruh hidupnya bagi Republik, sebelum akhirnya wafat pada usia hanya 34 tahun.
Tidak tersedia versi lain