Although Abu Hamid Muhammad al-Ghazali lived a relatively short life (1058-1111), he established himself as one of the most important thinkers in the history of Islam. The Incoherence of the Philosophers, written after more than a decade of travel and ascetic contemplation, contends that while such Muslim philosophers as Avicenna boasted of unassailable arguments on matters of theology and meta…
Al-Ghazālī and the Idea of Moral Beauty rethinks the relationship between the good and the beautiful by considering the work of eleventh-century Muslim theologian Abū Ḥāmid al-Ghazālī (d. 1111). A giant of Islamic intellectual history, al-Ghazālī is celebrated for his achievements in a wide range of disciplines. One of his greatest intellectual contributions lies in the sphere of…
Widely regarded among students of medieval thought as the most important of the medieval Islamic thinkers, al-Ghazali (1058–1111) remains an extremely complex figure whose texts continue to present serious challenges for scholars. In this book, Richard M. Frank confronts the traditional view of al-Ghazali as a loyal supporter of Ash arite doctrine and reexamines his relationship to the school…
Coherence of the Incoherence: Between Al-Ghazali and Ibn Rushd on Nature and the Cosmos is the first of a two-part critical examination of the seminal debate carried out in the pages of Ghazali’s Incoherence of the Philosophers and Ibn Rushd’s Incoherence of the Incoherence. While an upcoming second volume focuses on the elements in that debate related to the God and the soul, this volume f…
Tahafut al-Falasifah (تهافت الفلاسفة, "Kerancuan para Filsuf") adalah karya Al-Ghazali yang menjadi kontroversi selama berabad-abad. Di dalam karya ini Al-Ghazali mengkritik para filsuf, terutama Ibnu Sina dan Al-Farabi, khususnya dalam masalah teologi atau kalam. Buku ini dianggap memiliki andil atas mencuatnya madzhab teologi Asy'ariyah dan mundurnya minat terhadap falsafah yang …
“Jika semua kitab Islam hilang, dan yang tersisa hanya Ihya ‘Ulumiddin, ia dapat mencukupi semua kitab yang hilang tersebut” —–Imam Nawawi, Ulama dan penulis kitab Riyad Al-Shalihin Boleh jadi jalan yang kita lalui sekarang ini jauh dari tujuan. Ibarat panggang jauh dari api. Maksud hati merengkuh kebahagiaan, justru kepedihan dan kesusahan yang diraih. Hal ini sangat mungkin terj…
“Jika semua kitab Islam hilang, dan yang tersisa hanya Ihya ‘Ulumiddin, ia dapat mencukupi semua kitab yang hilang tersebut” —–Imam Nawawi, Ulama dan penulis kitab Riyad Al-Shalihin Boleh jadi jalan yang kita lalui sekarang ini jauh dari tujuan. Ibarat panggang jauh dari api. Maksud hati merengkuh kebahagiaan, justru kepedihan dan kesusahan yang diraih. Hal ini sangat mungkin terj…
“Ihya Ulumiddin” menjadi salah satu buku yang sangat berpengaruh dalam perkembangan tasawuf Islam. Buku ini tidak hanya memberikan pemahaman yang mendalam tentang konsep-konsep agama, tetapi juga memberikan panduan praktis bagi individu untuk meningkatkan kualitas kehidupan spiritual mereka. Dalam buku ini, Al Ghazali menggabungkan pengetahuan teoretis dengan pengalaman praktis, sehingga me…
“Jika semua kitab Islam hilang, dan yang tersisa hanya Ihya ‘Ulumiddin, ia dapat mencukupi semua kitab yang hilang tersebut” —–Imam Nawawi, Ulama dan penulis kitab Riyad Al-Shalihin Boleh jadi jalan yang kita lalui sekarang ini jauh dari tujuan. Ibarat panggang jauh dari api. Maksud hati merengkuh kebahagiaan, justru kepedihan dan kesusahan yang diraih. Hal ini sangat mungk…
“Jika semua kitab Islam hilang, dan yang tersisa hanya Ihya ‘Ulumiddin, ia dapat mencukupi semua kitab yang hilang tersebut” —–Imam Nawawi, Ulama dan penulis kitab Riyad Al-Shalihin Boleh jadi jalan yang kita lalui sekarang ini jauh dari tujuan. Ibarat panggang jauh dari api. Maksud hati merengkuh kebahagiaan, justru kepedihan dan kesusahan yang diraih. Hal ini sangat mungkin terj…